Semua transkrip khotbah ibadah di GPT Kristus Kasih kini bisa dibaca kembali di web resmi www.gptkk.org.
Matius 24:43-44, pada saat kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi dua peristiwa besar:
- Dunia akan dihukum dengan api dari langit, sehingga hancur lenyap; inilah yang disebut dengan kiamat.
- Gereja Tuhan akan terangkat ke awan-awan saat Yesus datang kembali kedua kali dalam kemuliaan.
Tidak ada seorangpun yang tahu kapan waktu kedatangan Tuhan kedua kali, oleh sebab itu kita harus selalu BERJAGA-JAGA.
Kita harus berjaga-jaga supaya tidak tidur rohani = berjaga-jaga supaya tetap dalam kebangunan rohani.
Keluaran 12:40-42.
Di sini juga Tuhan berjaga-jaga. Jadi kalau Tuhan memberikan perintah kepada kita untuk berjaga-jaga, Tuhan sendiri juga sudah memberikan teladan berjaga-jaga.
Keadaan kita sekarang di akhir zaman sama dengan keadaan Israel saat akan keluar dari Mesir, harus ada malam berjaga-jaga bagi Tuhan dan Israel. Saat itu Mesir dihukum dengan 10 hukuman dan Israel mengalami kelepasan dari Mesir.
Demikian juga gereja di akhir zaman harus ada malam berjaga-jaga bagi Tuhan dan bagi kita sekalian, sebelum dunia dihukum dengan 3×7 hukuman.
Tuhan berjaga-jaga lewat doa syafaat dan doa pengampunan dosa.
Bagi kita, kita harus berjaga-jaga supaya tidak hancur bersama dunia, tidak dihukum bersama dunia, tetapi terangkat bersama Tuhan.
Tahun 2010: tahun BERJAGA-JAGA = tahun KELEPASAN.
Berjaga-jaga = lepas (seperti Israel lepas dari Mesir).
Tidak berjaga-jaga (keras hati, lengah) = masuk penghukuman.
Ada 3 hal yang harus dijaga:
- Harus ada tanda darah penebusan pada pintu rumah.
Keluaran 12:21-22,29-30, kalau tidak ada tanda darah, maka yang ada hanya tangisan dan penderitaan yang dahsyat, mati rohani, sampai binasa untuk selamanya.Pintu rumah:
- pintu hati,
- pintu rumah tangga.
Pintu rumah harus ada tanda penebusan, artinya mengalami kelepasan dari dosa-dosa.
1 Korintus 5:7-8,11, terutama kelepasan dari 6 dosa yang mendarah daging, yaitu:
- Dosa percabulan = dosa kawin-mengawinkan.
- Pemabuk = dosa makan-minum (termasuk merokok, judi, narkoba).
- Tidak bisa memberi = kikir.
- Pemfitnah (yang salah jadi benar, yang benar jadi salah).
- Penipu = dusta.
- Penyembahan berhala (segala sesuatu yang menghalangi kita mengasihi Tuhan).
Termasuk penyembahan berhala adalah tidak taat.
Tidak taat, tidak dengar-dengaran = menyembah lembu emas.
Kalau mengalami kelepasan dari 6 dosa, maka kita bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian = memiliki perak penebusan, baik secara pribadi maupun rumah tangga.
Kalau ada tanda darah/perak, maka hasilnya:
- Mengalami kelepasan dari penderitaan, tangisan. Semua akan diganti dengan kebahagiaan.
- Mengalami kelepasan dari segala bencana/penghukuman.
- Keluaran 12:34-35, harus membawa adonan tanpa ragi dengan dibungkus kain/pakaian dan diletakkan di atas bahu.
- Adonan tanpa ragi: firman pengajaran yang murni/benar, tandanya:
- tertulis dalam Alkitab,
- diwahyukan oleh Tuhan,
- ayat menerangkan ayat,
- berani mengungkapkan tentang nikah yang benar.
Dalam Ibrani, firman pengajaran yang benar = firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua = urim dan tumim.
- Diletakkan di atas bahu, artinya:
- Kita harus bertanggung jawab untuk berpegang teguh pada pengajaran yang benar, apapun resikonya.
- Kita harus bertanggung jawab untuk mempraktekkan, untuk menyaksikan firman pengajaran yang benar, apapun resiko yang dihadapi.
- Dibungkus dengan kain, artinya jika firman pengajaran yang benar kita praktekkan, maka kita akan mengalami penyucian, mulai dari:
- Penyucian hati dari keinginan akan uang yang adalah akar segala kejahatan (Kisah Rasul 5:1-5). Praktek terikat akan uang adalah kikir dan serakah.
- Penyucian pelayanan (Nehemia 7:64-65), supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan dan tetap dalam daftar imam-imam dan raja-raja, terdaftar dalam Kerajaan Sorga.
- Penyucian perkataan dan perbuatan, solah tingkah laku kita, seluruh hidup kita.
Sehingga seluruh hidup kita sesuai dengan firman pengajaran yang benar, berarti firman tersimpan dalam seluruh hidup kita, firman mendarah daging dalam hidup kita.
Kalau penyucian ini berlangsung terus-menerus, suatu waktu kita akan memiliki pakaian putih berkilau-kilau.
Keluaran 12:39, waktu Israel keluar dari Mesir, mereka tidak bisa membawa bekal apa-apa, hanya membawa adonan tidak beragi. Menjelang kedatangan Tuhan kedua kali, dunia akan dilanda krisis ekonomi. Satu-satunya yang bisa menolong hanya adonan tidak beragi, artinya kita hidup hanya dalam firman pengajaran yang benar. Firman pengajaran yang benar mampu memelihara kita mulai hidup di dunia, lepas dari krisis ekonomi, sampai menjadi roti bundar = mencapai hidup kekal.
- Adonan tanpa ragi: firman pengajaran yang murni/benar, tandanya:
- Keluaran 12:40-41, percikan darah, sengsara daging tanpa dosa, sengsara karena kehendak Tuhan.
Sengsara tanpa dosa ini harus dihadapi dengan:- Kesabaran, yaitu:
- Sabar menunggu waktunya Tuhan, jangan membuat jalan sendiri di luar firman.
- Sabar dalam penderitaan, tidak mengomel, tetapi bersyukur kepada Tuhan.
Kalau bersungut dalam penderitaan, Tuhan akan datang sebagai Hakim yang menghukum.
- Yakobus 5:7-11, kuat dan teguh hati, yaitu taat dengar-dengaran apapun resiko yang dihadapi.
- Ditambah dengan ketekunan dalam ibadah pelayanan, dan ketekunan menanti kedatangan Tuhan kedua kali.
Kalau sabar, teguh hati, dan tekun, maka Tuhan sebagai Gembala Agung akan mengulurkan tangan yang berbelas kasihan untuk menolong kita tepat pada waktuNya (Ibrani 4:16), menolong kita dari segala masalah yang sudah mustahil, mujizat terjadi, dan Tuhan juga akan membuat segala sesuatu indah pada waktuNya (Pengkhotbah 3:11).
Ayub mengalami dipulihkan secara dobel, bagi kita sekarang terjadi mujizat yang jasmani dan rohani. Mujizat rohani adalah keubahan hidup sehingga memiliki emas (tabiat ilahi), yaitu sabar, teguh hati, tekun, jujur. Sampai saat Yesus datang kembali kedua kali, kita akan diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan.Wahyu 19:6-7, sementara manusia di bumi melolong-lolong dalam penghukuman dan binasa untuk selamanya, kita akan terangkat bersama Dia dengan sorakan HALELUYA.
- Kesabaran, yaitu:
Tuhan memberkati.
1 Tesalonika 5:18, merupakan kehendak Allah supaya kita bisa mengucap syukur dalam segala hal.
1 Korintus 15:57, tema: MENGUCAP SYUKUR KARENA TUHAN SUDAH MEMBERI KEMENANGAN ATAS MUSUH.
Ada 3 musuh yang harus dikalahkan:
- 1 Korintus 15:26, dosa/maut.
Apapun bentuknya dosa, sampai puncaknya dosa, akan membuat anak Tuhan menderita, sengsara sampai binasa di dalam maut/neraka.
Bukti menang atas dosa adalah bertobat dan hidup dalam kebenaran.Proses supaya bisa menang atas dosa adalah berdamai dengan Tuhan dan sesama.
Berdamai dengan Tuhan adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada Tuhan, maka darah Yesus akan menutupi dosa kita.
Berdamai dengan sesama adalah mengaku dosa dengan sejujur-jujurnya kepada sesama dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau ada sesama yang minta ampun, juga harus bisa mengampuni dan melupakan.Jadi, praktek mengucap syukur karena menang atas dosa adalah berdamai, bertobat dan hidup dalam kebenaran.
- Yakobus 4:4, dunia dengan segala pengaruhnya.
Dunia dengan segala kesusahannya, kesukaannya, kesibukannya, kesulitannya, pergaulannya, dll. membuat anak-anak Tuhan tidak setia dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.Matius 25:26,30, kalau tidak setia akibatnya adalah hidupnya penuh ratap dan kertak gigi, dan masuk dalam kegelapan, masa depan gelap sampai kegelapan paling gelap di neraka.
Bukti menang atas dunia adalah setia dan baik/tanggung jawab dalam ibadah pelayanan.
Matius 25:21, hasilnya adalah kebahagiaan Sorga yang tidak bisa dipengaruhi oleh apapun di dunia, dan masa depan juga baik.Setia dan tanggung jawab itu adalah seperti tiang penopang yang tidak pernah bergeser sedikitpun, sampai nanti menjadi tiang penopang di Yerusalem Baru.
Jadi, praktek mengucap syukur karena menang atas dunia adalah setia dan tanggung jawab dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
- Roma 8:7, daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.
Keinginan dan hawa nafsu daging membuat anak Tuhan tidak taat dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.Tidak taat = makan buah terlarang = telanjang.
Saat tidak taat, itu akan betul-betul kering.
Telanjang berarti tidak ada rohaninya sama sekali (kering rohani), yang kelihatan hanya daging semuanya.
Kalau telanjang, akan benar-benar terpisah dari Tuhan, sampai binasa untuk selama-lamanya.Untuk mengalahkan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya adalah lewat percikan darah, yaitu sengsara tanpa dosa, sehingga kita bisa taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara, apapun resiko yang kita hadapi, apapun pengorbanan yang harus kita berikan.
Bukti bahwa kita menang atas daging adalah taat dengar-dengaran.
Hasil taat dengar-dengaran:
Keluaran 14:16,21, setiap firman yang diberitakan bukan untuk diperdebatkan, tetapi hanya untuk ditaati.
Maka Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasihNya untuk melakukan mujizat di tengah-tengah kita.
Mujizat jasmani:- Tangan kasih setia Tuhan mampu menyelesaikan segala masalah kita sampai yang sudah mustahil sekalipun.
- Tangan kasih setia Tuhan memberikan masa depan yang indah (laut terbelah).
- Tangan kasih setia Tuhan mampu memelihara kita di tengah segala kemustahilan.
Mujizat rohani:
- Tangan kasih setia Tuhan mampu memakai kehidupan yang taat dengar-dengaran dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
- Tangan kasih setia Tuhan mengubahkan kita sedikit demi sedikit, sampai suatu waktu menjadi sama mulia dengan Tuhan.
Tuhan memberkati.
IBADAH PENYERAHAN ANAK.
Mazmur 92:13, pohon aras adalah gambaran kekuatan, pohon korma adalah gambaran kemanisan/kebahagiaan.
Orang benar adalah orang yang hidup dalam kebenaran, menjadi senjata kebenaran (pelayan yang benar), dan nikahnya benar, hidup tergembala.
Orang benar juga gambaran anak-anak. Penyerahan anak adalah seperti benih yang ditanam di Bait Allah, nanti pasti akan memetik hasil.
Hasilnya:
- Mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara jasmani dan rohani, sehingga tidak akan tumbang oleh pencobaan di dunia, tidak akan tumbang oleh dosa.
- Bertunas di pelataran Bait Allah, yaitu aktif melayani Tuhan dengan karunia-karunia Roh Kudus, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus.
- Berbuah manis, yaitu berhasil, menjadi saksi pekerjaan Tuhan, sampai buah tertinggi menjadi Mempelai Wanita Tuhan.
IBADAH RAYA.
Matius 24:43-44, pada saat kedatangan Yesus kedua kali akan terjadi penghukuman atas dunia oleh api yang dari langit. Tidak ada seorangpun yang tahu waktu kedatangan Yesus kedua kali, oleh sebab itu kita harus BERJAGA-JAGA.
1 Tesalonika 5:4-6, berjaga-jaga supaya tidak tidur rohani = berjaga-jaga supaya tidak hidup dalam kegelapan dosa, tetapi hidup dalam terang = jangan melakukan perbuatan kegelapan, tetapi memakai Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang (Roma 13:12-14).
Ada 2 perbuatan kegelapan:
- Dosa makan-minum dan dosa percabulan/kawin-mengawinkan.
- Iri hati dan perselisihan.
Iri hati berarti tidak menghargai kemurahan Tuhan, menolak kemurahan Tuhan.
Kemurahan Tuhan adalah pemberian yang luar biasa, kalau ditolak akan mendatangkan penghukuman.
Kalau ada perselisihan dengan sesama, harus segera diselesaikan.
Kalau ada perselisihan dalam pengajaran, harus kembali pada Alkitab.
Yang membuat perselisihan adalah karena ada kebenaran diri sendiri.
1 Korintus 3:3, 2 Korintus 12:20, iri hati dan perselisihan adalah tabiat manusia duniawi, maka nanti akan dihukum bersama dunia.
Mengenakan Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang = bergaul dengan Tuhan Yesus Kristus, Allah Tritunggal.
Di mana kita bisa bergaul dengan Tuhan Yesus Kristus?
Dalam Ruangan Suci, kandang penggembalaan, di sana ada 3 macam alat, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
Dalam Yohanes 10, untuk masuk kandang harus lewat pintu sempit.
Yohanes 5:2, harus lewat Pintu Gerbang Domba untuk bisa masuk Betesda (arti: kemurahan Tuhan).
Artinya, kalau bisa masuk kandang penggembalaan, itu adalah kemurahan Tuhan yang lebih dari segala sesuatu.
2 Tawarikh 23:15, kalau tidak mau masuk Pintu Gerbang Domba, maka akan masuk Pintu Gerbang Kuda.
Kalau perempuan menjadi kepala, maka akan mengarah pada Pintu Gerbang Kuda, mengarah pada mati rohani.
Tiga macam alat menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok, menunjuk pada tiga macam pesta utama Bangsa Israel:
- Meja Roti Sajian –> Pesta Paskah –> bergaul/bersekutu dengan Anak Allah, sehingga mengalami terang Anak Allah dalam firman pengajaran dan Perjamuan Suci, terang penebusan sampai suatu waktu menjadi terang bulan.
- Pelita Emas –> Pesta hulu hasil/ buah bungaran –> bersekutu dengan Allah Roh Kudus, sehingga mengalami terang Roh Kudus dalam urapan dan karunia, kalau ditekuni suatu saat akan menjadi terang bintang.
- Medzbah Dupa Emas –> Pesta Pondok Daun –> hubungan dengan Tuhan lewat doa penyembahan, bersekutu dengan Allah Bapa sehingga mengalami terang kasihNya, sampai menjadi terang matahari.
Kita bersekutu dengan terang, sehingga tidak ada kegelapan sedikitpun.
Lewat persekutuan dengan Allah Tritunggal:
- Kita mengalami suasana pesta/kebahagiaan.
- Terjadi kebangunan rohani (kolam Betesda bergolak).
Mujizat yang terbesar adalah keubahan hidup. - Hidup dalam terangnya Tuhan, sampai menjadi terang dunia.
Wahyu 12:1, sampai tidak kegelapan lagi sedikitpun.
Bukti sudah ada terang:
- Amsal 3:32, jujur.
- Jujur dimulai dengan mengaku segala dosa kepada Tuhan dan sesama, kalau diampuni jangan berbuat dosa lagi.
- Jujur adalah kalau YA katakan YA, kalau TIDAK katakan TIDAK, mulai dengan pengajaran yang benar. Kalau sudah jujur dalam pengajaran yang benar, maka pasti akan jujur dalam pekerjaan, jujur dalam sekolah, dll.
Amsal 15:8, doa orang jujur akan dikenan oleh Tuhan, bergaul erat dengan Tuhan, dan doanya dijawab oleh Tuhan.
Wahyu 12:1-3, keadaan gereja Tuhan di akhir zaman adalah seperti perempuan mengandung dan hendak melahirkan. Yang bisa dilakukan hanya mengeluh dan mengerang, yaitu menyembah Tuhan dengan kejujuran = menyembah Tuhan dengan menyeru nama Yesusu, hanya percaya dan berharap Yesus.
Doa yang dinaikkan dengan gelap adalah kejijikan bagi Tuhan.
Wahyu 12:13-14, Mazmur 17:7-8, waktu kita mengeluh dan mengerang, maka tangan kasih Tuhan akan diulurkan untuk:
- Memelihara kehidupan kita mulai sekarang sampai di zaman antikris.
- Melindungi dan menolong kita.
- Menyelesaikan segala masalah sampai yang sudah mustahil sekalipun.
Seperti perempuan hamil hendak melahirkan, saat kita hampir tidak berdaya lagi, itulah saatnya Tuhan menolong.
- Roma 8:22-23, mengalami keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani:
- Sabar menanti waktunya Tuhan.
- Tabah, kuat dan teguh hati.
Kalau sabar dan tabah, maka Tuhan akan mengulurkan tangan kasih setia untuk menjadikan segala sesuatu baik, masa depan yang baik (1 Tawarikh 19:13), dan menyempurnakan kita menjadi Mempelai WanitaNya (1 Tesalonika 3:13).
Tuhan memberkati.
Yohanes 8:12, penampilan Yesus sebagai TERANG DUNIA.
Setiap penampilan pribadi Yesus bukan untuk menonjolkan diri, tetapi untuk anak-anak Tuhan.
Mengapa Yesus harus tampil sebagai terang dunia?
- Yohanes 8:2-4, untuk menerangi/menyelamatkan perempuan berzinah yang siap untuk dihukum mati.
Perempuan berzinah ini menunjuk pada semua manusia yang hidup dalam kegelapan dosa dan harus binasa untuk selamanya.
Tidak ada seorang manusia pun di bumi yang bisa menyelamatkan manusia berdosa, sebab semua manusia sudah berdosa.
Jalan keluarnya adalah NATAL.Yesaya 9:1,5, Yesus datang ke dunia dan lahir menjadi manusia yang tidak berdosa. Hanya Yesus satu-satunya manusia tidak berdosa yang bisa menerangi manusia berdosa.
Bagaimana caranya kita bisa menerima terang keselamatan?
Efesus 1:13, lewat firman penginjilan, yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk menyelamatkan manusia berdosa.Prosesnya:
- Percaya pada Yesus.
- Bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan.
- Baptisan air, yang menghasilkan hidup dalam kebenaran.
Benar = selamat; tidak benar = tidak selamat.
Mazmur 5:13, Tuhan memberkati orang benar.
Jangan mencampur ibadah dengan politik, dll!
Asalkan kita benar, kita pasti akan diberkati oleh Tuhan.
- Matius 5:14, untuk menampilkan gereja Tuhan sebagai terang dunia = kehidupan yang sama mulia dengan Tuhan Yesus.
Untuk bisa tampil sebagai terang, ada prosesnya: 2 Petrus 1:19, yaitu memperhatikan firman nubuat, atau memusatkan perhatian kepada firman nubuat.Firman nubuat adalah:
- Firman yang diwahyukan/diilhamkan oleh Tuhan.
- Firman yang mengungkapkan kegelapan dosa yang tersembunyi dalam sidang jemaat.
- Firman yang mengungkapkan segala sesuatu yang akan terjadi di dunia, terutama tentang kedatangan Yesus kedua kali sebagai Raja di atas segala raja, sebagai Mempelai Laki-laki Sorga.
2 Korintus 4:3-4, kalau mau menjadi terang dunia, kita harus memperhatikan firman nubuat = makanan keras, yang akan mengungkapkan dosa-dosa yang tersembunyi.
2 Petrus 1:19, memperhatikan firman harus sampai seperti memperhatikan pelita di tempat yang gelap. Mulai dari mendengar dengan sungguh-sungguh, mengerti, percaya dan yakin, sampai praktek firman.
Kalau bisa memperhatikan firman, maka akan ada terang yang bersinar dalam hati kita, dari kecil sampai besar, sampai terang bintang timur bersinar dalam hati kita.
Matius 5:15, ada 3 peningkatan terang:
- Di rumah tangga
Semiskin-miskinnya rumah tangga, pasti memiliki lampu. Terang dalam rumah tangga dimulai dari struktur nikah yang benar, 1 Korintus 11:2-3, yaitu:- Laki-laki sebagai kepala dari istri, yaitu:
- Mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri.
Suami memukul istri = memukul diri sendiri. - Suami adalah aliran jasmani dan rohani dalam rumah tangga.
Kalau mau anak istri benar, maka suami harus terlebih dahulu benar. - Suami memutuskan segala sesuatu dalam rumah tangga berdasarkan kebenaran firman.
- Mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar pada istri.
- Istri sebagai tubuh (tulang rusuk), prakteknya:
- Tunduk kepada suami dalam segala sesuatu.
- Menutupi kelemahan suami dan anak lewat doa penyembahan.
- Anak-anak sebagai anggota tubuh, prakteknya adalah meringankan beban orang tua.
Kalau ada terang dalam rumah tangga, maka kegelapan gantang dan tempat tidur tidak bisa menutupi.
Gantang menunjuk pada persoalan ekonomi dan dosa makan-minum (merokok, mabuk, dll.).
Tempat tidur menunjuk pada dosa kawin-mengawinkan. - Laki-laki sebagai kepala dari istri, yaitu:
- Matius 5:16, terang di depan orang.
Di manapun, kapanpun, situasi apapun, kita bisa memancarkan terang lewat perkataan dan perbuatan baik yang tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti orang lain, melainkan menjadi berkat bagi orang lain. Sampai suatu waktu bisa membalas kejahatan dengan kebaikan. - Matius 5:14, terang dunia.
Menjadi terang dunia hanya bisa lewat mendengar firman.
Wahyu 12:1-3, sampai ditampilkan menjadi Mempelai Wanita dengan terang matahari, bulan, dan bintang.
Keadaan gereja Tuhan di dunia yang gelap ini adalah bagaikan perempuan mengandung yang akan melahirkan, dan dihadapkan pada naga.
Tidak ada kekuatan apapun yang bisa menolong selain oleh kekuatan dua sayap burung nazar yang besar (Wahyu 12:13-14), yaitu firman pengajaran yang mengubahkan dan menyucikan hidup kita, dan Roh Kudus, yaitu kasih setia Tuhan.
Kegunaan sayap burung nazar yang besar:
- Mazmur 17:7-8, kasih setia Tuhan yang ajaib menaungi kita bagaikan biji mata Tuhan, kasih setia Tuhan mampu memelihara kita di tengah dunia yang sulit.
Semakin besar sayap, semakin terasa pemeliharaan Tuhan. - Keluaran 19:4, mendukung kehidupan kita, artinya melepaskan kehidupan kita dari segala masalah yang ada, segala letih lesu dan beban berat ditanggung oleh Tuhan dan kita diberi kelegaan.
Sayap burung nazar ini juga memberikan kita kebahagiaan. - Wahyu 12:14, menyingkirkan kita ke padang belantara saat antikris datang ke dunia selama 3.5 tahun, dilindungi dan dipelihara secara langsung oleh Tuhan.
- Yesaya 40:29-31, mengangkat kita di awan-awan untuk bertemu dengan Tuhan selama-lamanya.
Tuhan memberkati.